Agama
- Aku di Tengah Keluarga
o Sebagai suami istri, juga sebagai ayah-ibu atau orang tua dalam kelaurga, mereka berjuang untuk melestarikan cinta keluarga, misalnya :
§ kalau ada masalah mereka segera menyelesaikannya dengan penuh cinta dan saling memaafkan
§ mengutamakan kebersamaan dalam keluarga
§ Berjuang untuk menunjukkan tanggung jawabnya dalam memenuhi kebutuhan anaknya
§ Berjuang untuk mendidik anaknya sebaik mungkin
§ Berjuang untuk tetap mencintai anak-anaknya, walaupun mereka sering menyakiti hati orang tua mereka
- Persahabatan yang Benar
o Persahabatan yang benar adalah persahabatan yang bersifat altruistis atau demi yang lain
o Kerapuhan, kelemahan, keterbatasan adalah hambatan dalam persahabatan dari hambatan tersebut dapat terjadi pengkhianatan, kebencian, dan kejahatan
o Kesetiaan, cinta, dan ketulusan hati adalah sikap dasar persahabatan
- Bekerja merupakan anugerah Tuhan
o Situasi orang yang terkena PHK, ia menjadi bingung karena sumber penghasilan terputus
o Sikap terhadap PHK adalah seharusnya bisa mencari atau menciptakan pekerjaan lain demi melanjutkan kesejahteraan hidupnya, mungkin dengan berjualan makanan, membuka bengkel, menjadi kernet, membuat home industri dan sebagainya
- Nilai bekerja
o Nilai-nilai dibalik bekerja :
§ Kerja bernilai ekonomi : dengan bekerja orang memperoleh hasil yang dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Pendidikan yang tinggi membawa nilai ekonomis yang relatif tingi
§ Kerja bernilai sosiologis : dengan bekerja orang menjadi teman bagi sesamanya. Dengan bekerja orang melayani kebutuhan sesamanya
§ Kerja bernilai antropologis : dengan bekerja orang mengangkat kemanusiaannya. Ia semakin terampil, ahli, berkembang dan mengalami kemajuan. Kemanusiannya menjadi semakin nyata dan terangkat
§ Kerja bernilai religius ; dengan bekerja orang menunjukkan baktinya kepada Tuhan. Ia mengabdi Tuhan dan melaksanakan kehendak-Nya
- Manusia jatuh dalam dosa
o Proses jatuhnya orang dalam dosa biasanya dimulai dari hal-hal yang berkatian dengan indra. Pancaindra dapat menjadi pintu masuk dosa, misalnya melihat uang ratusan ribu lantas muncul niat untuk mengambilnya. Dari apa yang ditangkap pancaindra, muncul pikiran-pikiran imajiner, pertimbangan-pertimbangan yang tidak objecktif, akhirnya mendorong orang memilih yang jahat
- Tuhan Maharahim
o Umumnya, orang lebih mudah menonjolkan sifat Tuhan yang keras, penghukum, penyiksa, dan pembalas. Misalnya, Tuhan menghukum dan menyiksa pendosa dengan memasukannya ke dalam api neraka, membalas kejahatan di dunia engan bencana
o Tuhan sebagai Yang Mengasihi, Menyayangi, Murah Hati, Berjiwa Besar, Maharahim agaknya kurang mendapatkan perhatian dan penekanan
o Orang beragama dan berkepercayaan hendaknya meyakini bahwa karena kerapuhan dan kelemahannya, orang berbuat dosa
o Tuhan menciptakan manusia agar hidup bahagia, hidup dalam kesatuan dengan-Nya
o Berkat kerahiman-Nya, Tuhan tidak memperhitungakan dosa orang
o Kita juga memiliki kecenderungan memandang Tuhan sebagai hakim yang menghukum, kita kurang memahami dan menghayati Tuhan yang Maharahim, Maha berbelas kasih, dsb
- Bertobat
o Unsur-unsur yang harus ada dalam pertobatan :
§ Didorong untuk meneliti hidup
§ Mengakui dengan rendah hati atas kerapuhan, kelalaian, dan kejahatan yang bertentangan dengan kebaikan, dan kerahiman-Nya
§ Menyesali semua dosa yang terlah dibuatnya
§ Membuka diri pada pengampunan Tuhan
§ Bertekad untuk tidak mengulanginya
- Menjadi Pribadi Berkualitas
o Kriteria seseorang pribadi yang berkualitas :
§ Percaya kepada diri sendiri
§ Berdisiplin murni
§ bertanggung jawab
§ menilai tinggi semangat berusaha dengan kekuatan sendiri
§ berorientasi ke masa depan
§ menilai tinggi mutu
- Hidup Sederhana
o Kriteria hidup sederhana :
§ Hidup sesuai kemampuan
§ Sesuai kebutuhan
§ Sesuai kenyataan
§ Sesuai kewajaran yang ada pada dirinya sendiri dan sekitarnya
Tidak ada komentar:
Posting Komentar